“Mitra Mede” Goes To Jogjaa :D

yaaapp “Mitra Mede”, nama ini aku dan teman-teman kampus menggunakan panggilan ini untuk kita. Kita “Mitra Mede” ituu teman satu jurusan di Sains Komunikasi Dan Pengembangan Masyarakat, angkatan 48. Kami, aku, Weni, Ripa, Dilla, Lita, daann Nene. Kami merencanakan liburan semester 3 kemarin, untuk pergi ke Jogja. Kami berangkat dari Stasiun Jatinegara menuju Stasiun Lempuyangan Jogjakarta. Kreta kami berangkat sekitar pukul 9 malam, kami tiba di Jogja sekitar pukul 7 pagi. Kami menaiki kereta ekonomi dengan harga hanya 35.000 rupiah. Selama kami di Jogja kami menumpang tempat tinggal di Rumah Dilla. Rumahnya berdekatan dengan Bandara Adi Sucipto Yogyakarta.

Anndd here we are, kami sampai di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta. dimulai laah liburan kami selama seminggu di Jogja. Kami sampai di Jogja sekitar pukul 7. Jogja dengan keramahannya menyambut kamii. Setelah sampai, kami memutuskan untuk sarapan dan setelah itu beristirahat sampai siang di rumah Dilla. Barulah setelah dzhuhur kami semua memulai jejak kami di Kota Pelajar ini.

hehee seperti foto diatas, tempat kunjungan pertama kami yaituuu Candi Prambanan. Candi Prambanan mulai rusak setelah gempa dahsyat melanda Yogya beberapa tahun silam, karenanya terdapat batu batu yang sudah retak-retak. Pengunjung yang ingin memasuki Candi ini juga diharuskan memakai Helm demi keselamatan mereka. Di kawasan ini juga terdapat candi-candi lain. Oh iyaa, untuk biaya masuk Candi ini, kita cukup mengeluarkan uang sebesar 30.000 rupiah saja. Pemandangan di kawasan ini cukup indah, disini ada tempat untuk penampilan wayang, ada juga museum. Naaahh, setelah berfoto-foto ria di kawasan ini, kami melanjutkan dengaan pergi ke Taman Lampioon. biaya tiket masuknya hanya Rp 10.oo saja. Banyak bentuk-bentuk lampion unik disini. Lampion-lampion itu memberikan cahaya yang indah di malam hari. Sayangnya ketika kami kesana, hujan deras mengguyur Yogya, jadi kami tidak bisa berlama-lama disana :(

yaahh itulaah hari pertama kami di Yogya. penutuupp foto kami di Taman Lampion :))

Days 2, Pantai Krakal

Sebenarnyaa, kami tidak merencanakan sebelumnya, tempat-tempat yang akan kami kunjungi selama di Yogya hhe semuanya spontan saja kami kunjungi bedasarkan rekomendasi dari Mas Joko (Orang yang mengantar kami kemana-mana selama perjalanan kami di Yogya hhe). hmmm yaahh awalnya kami memang sudah sangat amat ingin sekali ke Pantaaii, akhirnya kami memutuskan pergi ke pantai di sekitar Gunung Kidul. Di sepanjang garis pantai selatan Gunung Kidul, terdapat berbagai macam Pantai. Pantai Krakal adalah pantai yang kami putuskan untuk dikunjungi. Pantai-pantai disini sepi, mungkin karena jaraknya yang lumayan jauh, serta transportasi umum yang hampir tidak ada untuk menuju kawasan ini, jadi jika kalian ingin mengunjungi pantai disini lebih baik menggunakan kendaraan pribadi.

Pantai di kawasan ini masih sangaaatt baguuss, indaahhh, dan bersiihh. Pemandangan karang-karang yang begitu indah, laut biruu, karang bebatuan, pasir putih haha ituu bisa kita nikmati disanaa 😀 kami menikmati pemandangan disini, berfoto-foto, membuat video, banyak kejadian lain juga yang menyenangkaan. Namuun, kawasan pantai ini omaknya lumayan tinggi, arusnya puun deras, serta berbagai macam mitos yang ada di Pantai Selatan ini, jadi kalian haruus berhati-hati yaaa jika mengunjungi pantai ini :)

Days 2. sebenernya kami ingin pergi ke Goa Pindul. letaknya tidak begitu jauh dari Pantai Krakal. Seperti halnya pantai Krakal, tidak ada transportasi umum untuk menuju Goa ini, yang ada hanyalah ojek-ojek yang berdiri di pinggir jalan, menawarkan untuk mengantarkan ke Goa Pindul, tidak tau biaya untuk sampai sana berapa. Awalnya, kami mengira wisata Goa Pindul seperti goa-goa pada umumnya, tidak terpikirkan di benak kami bahwa Goa ini adalah Goa Air, kita harus memakai perlengkapan seperti pelampung, ban daan sebagainya. Namun, karena kami tidak membawa pakaian ganti, kami ngga jadi wisata di Goa Pindul, kami memutuskan untuk keesokan hari saja hhe yaahh setelah sempat kecewa, kami memilih untuk kuliner saja di Kaliurang. yaapp kami berkuliner ke Jejamuran. Bagi kalian pecinta jamur, tempat ini sangatlaah cook. Tempat yang enak, makanan pun enak, harga pun terjangkau. Disini disediakan berbagai macam olahan jamur, seperti jamur bakar, jamur asam manis daan lain-lain. Dijamiin enaakk :))

hmm hari kedua kami berakhir disini 😐

Days 3: Goa Pindul

Setelah kemarin sempt kecewa karena tidak jadi berwisata kesini, akhirnya tersampaikan pada hari ketiga. kami sudah membawa perlengkapan yang dibutuhkan. hmm karena beberapa teman kami sedang “berhalangan” (Untuk wisata Goa Pindul, terdapat berbagai macam paket, nah untuk paket yang ke wisata Goa nya, bagi wanita yang sedang berhalangan di larang untuk mengambil paket ini) jadii kami hanya mengambil paket yang menyusuri sungai. dengan ban karet dan pelampung. yaap arum jeraang.

inilaah foto kami di sungaai haha

Goa Pindul selesaai. kami berkuliner kembali di Raminten. hmm restoran ini terletak di Jalan Kaliurang, temapat ini selalu ramai dikunjungi, makanannya bervariasi, tempatnya pun nyaman, harga juga terjangkau hhe Malamnyaa, kami pergi ke alun-alun utara keraton. karena hari libur, di sini rama sekali. Ada pasar malam, komedi putar, ombak, rumah hantu serta berbagai atraksi lainnya disediakan  disini. Sangat Ramai 😐 berhubung teman-teman saya yaah penakut (termasuk saya) yaa berkat satu orang yang sangat ingin sekali naek komedi putar, kuda-kudaan, huufft kami semua akhirnya menaikinya. bisa dibayangkan, umur kami yang hmm yaah mendekati kepala dua, sementara yang naik komedi putar lainnya, hanyalah anak-anak haha memalukan, dilihat oleh orang-orang hhaha buut that’s fun 😀 hari ketiga kami diakhiri dengan memakan bakmi Yogja hhe

Days 4: Kaliurang dan Maliobor0

Hari keempat, kami ke Kaliurang, Taman Nasional Gunung Merapi.

hmm Kaliurang. disini ada dua bukit(lupa apa nama bukitnya). Disini masih terasa sisa sisa letusan merapi, disini terdapat air terjun. terkadang airnya tidak ada, namun beruntung ketika kami kesana, terdapat air. jerniih. Pohon-pohon disini rusak oleh letusan merapi tahun 2010. hhe awalnya kami ingin mendaki salah satu bukit, untuk sampai puncak bukit itu jaraknya sekitar 700 meter. memerlukan waktu sekitar 1 jam. hmm ketika kami mulai mendakinya, banyak kawanan monyet mendekati kami. akhirnya kami memutuskan untuk batal mendakinya haha -_- hmm saat dipintu keluar kaliurang, ada petugas yang memberi saran kepada kami untuk memberi makan kawanan monyet tersebut, kami asyik memberi makan monyet walaupun yaah agak takut-takut. untuk kedua kalinya, kami memutuskan kembali untuk mendaki bukit tersebut(karena kebetulan ada warga asing yang ingin mendaki, jadi oleh petugas kami disarankan untuk mengikuti orang tersebut) Tapiii, orang asing itu(wanita) berjalan sangat cepaat, kami tertinggal jaraknya. Hmm karena medan yang cukup berat, terjal, daan ada bekas longsor juga, puncak pun berkabut, tertutup awan mendung, jadi kami hanya sampai di setengah perjalanan saja. kami tidak sanggup sampai puncak itu haha -_- Di Kaliurang ada juga wisata menaiki Jeep mengelilingi Merapi. Satu Jeep disewakan dengan biaya 250.000 rupiah. Jeep maksimal hanya diisi 5 orang dewasa. karena kami bertujuh kami menyewa 2 jeep.

ini foto kami diatas jeep yang kami sewa, ini diatas Sungai Gendol, jalur lahar dingin merapi. Disini banyak warga yang bekerja untuk memperbaiki kondisi sungai, dengan menambang pasir. Jeep kami melaju melewati bekas-bekas letusan Merapi dahulu. Rumah mbah Maridjan, Batu Alien(dahulunya tidak ada batu ini, namun setelah letusan batu ini ada, karenanya disebut Batu Alien). Pemandangan Gunung Merapi puun begitu menakujubkan. Desa yang rata dengan pasir tebal, desa yang hancur, akibat letusan-letusan, banyak warga yang mengungsi. Namun sayang, puncak Merapi tidak terlihat, karena tertutup awan, mendung. setelah merasakan sensasi menaiki jeep di jalanan merapi, berbatu berpasir, kami melanjutkan pergi ke Malioboro. Seperti padas umumnya kami berbelanja membeli berbagai macam barang, mulai dari batik, kalung, gelang tas untuk oleh-oleh hhe

Hari keempat kami ditutup di Maloboro.

Days 5: Bakpia dan Pulaang

Hari kelima, hari terakhir kami di Jogja. Kami memutuskan untuk beristirahat saja di Rumah Dilla, karena sorenya kami harus pulang kembali ke Jakarta. Kereta kami berangkat sekitar pukul setengah 8. Setelah beristirahat sampai sore, sekitar pukul 3 sore kami bersiap-siap pergi membeli oleh-oleh bakpia kemudian pergi ke Stasiun Lempuyangan, menunggu kereta kami.

yaaaah itu lah segelintir jejak kami yang ada di tanah Kota Pelajar. yaah semoga kami bisa mengunjungimu kembali Yogja, dan menemukan tempat-tempat menarik lainnya di Bumi Pertiwi kami ini :)

terakhiirr thaanks “Mitra Mede”

nenee, dillaa, akuu (dijee), litaa, rippaa, ninaa, weniin (Satu lagi Tidi tidak ikut perjalanan kami)

Kitaa kan selalu bersamaa … *lagu yang sering dinyanyiin weni n nina haha

opini pertanian Indonesia

Pertanian secara luas, bukan hanya menyangkut seperti halnya sawah, mencangkul, tetapi pertanian juga mencakup bidang bidang lainya, sperti peternakan, perikanan dan hal hal lainya.
Negara indonesia merupkan negara agraris, seharusnya mampu memenuhi segala kebutuhan pertanian bangsa indonesia ini sendiri. Tidak perlu, untuk mengimpor secara besar besaran produk yang semestinya kita dapat penuhi sendiri, seperti beras, kedelai yang justru kita dapatkan dari negara lain.
Ditunjang dengan luasnya wilayah negara ini, seharusnya negara ini bisa menjadi negara agraris yang besar, namun pada kenyataanya pada saat ini, hampir semua daerah, dijadikan hutan beton. Pertumbuhan yang cepat dikota kota besar yang tidak memperhatikan keseimbangan lingkungan, membawa dampak bruk bagi kehidupan. Sekarang, lahan lahan yang harusnya menjadi kawasan untuk pertanian semakin berkurang, lahan lahan semakin sempit, yang ada hanyalah bangunan bangunan perkantoran, perumahan perumahan elite.
Terdapat banyak pulau di negara ini, jika dimanfaatkan dengan baik kegiatan pertanian Indonesia juga bisa dimajukan. Seharusnya, dengan luas wilayahnya, keadaan tanah, dan kondisi alam di setiap daerah, apalagi hampir seluruh wilayah di Indonesia merupakan wilayah yang subur yang baik untuk ditanami tumbuh tumbuhan, merupakan hal yang menjanjikan jika dilakukan kegiatan pertanian, memungkinkan jika kegiatan pertanian ditingkatkan, dengan begitu, sektor pertanian bisa membantu perekonomian Indonesia, atau bahkan bisa menunjang perekonomian Indonesia lebih kuat.
Karenanya, kita sebagai mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), mahasiswa pertanian, marilah kita majukan pertanian Indonesia.

Category: General  Leave a Comment

Pertanian di Kota Depok

 

Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mempertahankan area pertanian di wilayahnya tidak berhasil. Terbukti lahan pertanian di kota berlambang belimbing ini merosot setiap tahunnya. Tergusur oleh proyek perumahan. Berdasarkan catatan terakhir di Pemkot Depok. luas lahan pertanian di wilayah yang dipimpin Nurmahmudi Ismail itu hanya tinggal 932  hektare saja.

Kepala Dinas Peternakan, Pertanian, Perikanan Kota Depok Widyati Riyandani menyatakan bahwa pengurangan lahan pertanian itu akibat dialihkan ke pemukiman. Kondisi ini sangat mengganggu para petani .

Setiap tahunnya diperkirakan pengurangan lahan pertanian antara 3 persen sampai 4 persen. Jumlah tersebut sudah termasuk lahan peternakan, perikanan, pertanian dan lainnya. Adanya pengurangan air, tanah dan daratan mengalami penurunan. Belum lagi ancaman bencana lainnya.

seharusnya lahan pertanian tetap dipertahankan. Terlebih lagi, lahan basah tidak boleh dialihfungsikan.Tapi ini yang terjadi. Lahan pertanian tergerus oleh  perumahan

Diprediksikan pada luas kawasan akan tertutup oleh perumahan dan perkampungan. Meningkatnya jumlah tutupan permukaan tanah tersebut, ditambah dengan berubahnya fungsi saluran irigasi menjadi saluran drainase, diprediksikan akan menyebabkan terjadinya genangan dan banjir di beberapa kawasan, yang berdampak terhadap penurunan kondisi Kota Depok.

Diperkirakan pembangunan pertanian tanaman pangan di Kota Depok di masa yang akan datang akan menghadapi suatu kondisi, dimana lahan sawah yang semakin menyempit.

Kota Depok meliputi 6 Kecamatan : Pancoran Mas, Beji, Sukmajaya, Limo, Sawangan, Cimanggis. Salah satku potensi pertanian yang cukup potensial adalah Pertanaman Belimbing.

Belimbing Depok dikenal dengan Belimbing Dewa, Hasil buah karya petani penangkar Depok Bapak H. Usman Mubin. Buah yang berwarna kuning-Orange keemasan, mengandung vitamin C dan A yang cukup tinggi, buah besar dapat mencapai 0.8 Kg per buah, Rasa manis ditenggarai sebagi obat herbal penurun darah tinggi/Hipertensi, Kencing Manis, Nyeri Lambung, dll, sangat Prospektif dikembangkan di kota Depok dan kini telah menjadi buah unggulan kota Depok karena secara komparatif Buah Belimbing Dewa Depok Lebih unggul dibandingkan buah belimbing yang lainnya yang ada di Indonesia. Hal ini diketahui pada setiap Event Lomba Buah Unggul dan pameran-pameran buah Nasional serta Internasional, Buah Belimbing Dewa ini lebih unggul dan selalu menjuarai sebagai buah unggul nasional versi Trubus. Potensi pertanian Belimbing di Kota Depok Sampai Tahun 2006 Berjumlah 33.729 dengan total luas Areal 135 ha menyebar di wilayah kota Depok. Perkiraan Tanaman Belimbing yang sudah Produktif dengan umur tanaman lebih dari 4 Tahun.

Pertanaman Belimbing di kota Depok banyak dikembangkan dilahan-lahan masyarakat dan uniknya banyak juga dikembangkan disepanjang kali ciliwung, contohnya di kel. Pondok Cina, Kel. Tugu dan kelurahan Kelapa Dua. Sehingga pemandangan sepanjang kali Ciliwung menjadi indah dan asri dengan keberadaan tanaman belimbing ini, hal ini berpotensi menjadi kawasan Agrowisata Belimbing Depok di Sepanjang DAS Ciliwung. Sesuatu potensi Sumber Daya Alam yang tak ternilai harganya, ditengah hiruk pikuknya kemacetan jalan jalan di kota Depok.

Upaya lain dalam meningkatkan nilai tambah produk Belimbing adalah pengolahan produk. Walaupun usaha pengolahan hortikultura di kota Depok masih minim, akan tetapi sosialisasi pelatihan di bidang olahan untuk memotivasi pengusaha mikro dibidang pengolahan dalam memproduksi olahan hortikultura khususnya buah-buahan menjadi minuman segar terus ditingkatkan.

Depok yang memiliki visi sebagai kota niaga dan jasa yang nyaman diharapkan menjadi daerah yang nyaman bagi penduduknya. Kenyamanan tersebut salah satunya dengan tetap mempertahankan ruang terbuka hijau dan potensi lahan pertanian Belimbing yang produktif menjadi salah satu pilihan dalam mempertahankan ruang terbuka hijau perkotaan. sehingga kota Depok tetap memiliki komoditas unggulan yang bernilai Kompetitif dan Komparatif khususnya komoditas hortikultura yang merupakan sumber daya lokal (Base Resources) kota Depok yaitu BELIMBING. Keunggulan spesifik ini yang musti dilestarikan, dan menjadi ICON kota, Sehingga di masa mendatang kota Depok tetap memiliki kebanggaan akan sumber daya alam yang potensial dari pengembangan produk pertanian spesifik wilayah dan mendukung ruang terbuka hijau kota Depok.

 

Oleh: Dwi Jayanti

NIM: I34110086

Category: General  Leave a Comment